Tulisan di bawah adalah naskah esai (ya anggap aja itu esai ya) yang saya buat saat berpartisipasi dalam Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-75 tahun 2020 lalu.. Ide dari tulisan ini berawal dari hal-hal yang terlintas di pikiran saya saat mengikuti kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Bencana Gempa di Pulau Lombok tahun 2019. Selain itu, di akhir 2020, saya sedikit membaca hal-hal terkait Disaster Risk Reduction and Management. Walaupun si pokok paragraf terombang-ambing cara penyampaiannya, semoga tulisan ini masih bisa dipahami yaa.
Saya rasa tepat setahun yang lalu. Jam segini saat saya sedang asik rebahan. Setelah mengirim chat selamat ulang tahun ke teman tidur seumur hidup selama di rumah. Tiba-tiba serangan maut datang dan membuat saya harus mencicipi semalam suntuk di IGD dengan kondisi setengah sadar. Saya menjadi paham akan beberapa hal. Pertama, ternyata saya memiliki dua teman kost yang luar biasa. Kedua, saya sesungguhnya masih tidak becus menjaga keselamatan diri saya sendiri, saat itu ya, kalo sekarang skill -nya agak meningkat lah. Ketiga, ternyata ada beberapa hal yang tubuh kita tidak bisa tahan dan lawan sendirian, tubuh juga punya batas. Terakhir, sesungguhnya tinggal dekat dengan keluarga adalah lebih dari apapun.